Masalah ejakulasi

Ejakulasi Retrograde

Ejakulasi retrograde atau orgasme kering merupakan suatu kondisi ketika air mani masuk ke kandung kemih dan tidak keluar melalui penis saat orgasme. Meskipun pria dengan gangguan ini dapat klimaks, akan tetapi air mani yang dikeluarkan sangatlah sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Umumnya hal ini tidak terlalu berbahaya akan tetapi dapat menyebabkan kemandulan.

Ejakulasi retrograde terjadi akibat otot yang  gagal untuk berkontraksi sebagaimana mestinya. Otot yang dimaksud adalah otot yang berada di dekat leher kandung kemih yang membantu menahan urine sampai Anda siap untuk buang air kecil. Hal ini menyebabkan seluruh atau bahkan sebagian air mani bergerak mundur ke dalam kantung kemih ketika terjadinya ejakulasi yang mengakibatkan sperma berkurang ketika keluar.

Ejakulasi Retrograde (Foto: Mayo Clinic)

Gejala Ejakulasi Retrograde

Ejakulasi retrogade ditandai dengan gejala sebagai berikut:

  • Mampu ejakulasi dan orgasme, tetapi air mani yang keluar saat orgasme sangat sedikit atau tidak ada sama sekali.
  • Urine berwarna keruh setelah berhubungan intim.
  • Kesulitan mendapatkan keturunan karena jumlah sperma yang terkandung dalam air mani pun sangat sedikit sehingga sulit membuahi sel telur.

Baca juga: Apakah Air Mani Sama dengan Sperma?


Apa Saja Penyebab Ejakulasi Retrograde?

Hal ini dapat disebabkan akibat :

  • Pembedahan, seperti operasi kandung kemih, operasi diseksi kelenjar getah bening retroperitoneal untuk kanker testis atau operasi prostat
  • Diabetes adalah sejumlah penyakit yang mengakibatkan kadar gula yang berlebih dalam darah (glukosa darah tinggi)
  • Efek samping dari obat obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, pembesaran prostat.
  • Depresi.
  • Kerusakan saraf yang mungkin disebabkan oleh kondisi medis seperti multiple sclerosis, penyakit parkinson, atau cedera tulang belakang.

Dapatkah Ejakulasi Retrograde Dicegah?

Ejakulasi retrograde tidak berbahaya akan tetapi memerlukan beberapa perawatan, segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti jumlah air mani yang sedikit dan sulit mendapat keturunan.

Bila Anda tidak mengalami gejala tapi sedang dalam pengobatan yang berisiko ejakulasi retrograde (diabetes, prostat, kanker), sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengurangi risikonya. Begitu juga jika Anda akan menjalani operasi yang berkaitan dengan organ reproduksi. (KL/Foto: Unsplash)

Referensi:

  1. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retrograde-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354890. Diakses pada 23 Januari 2022.
  2. Mehta A, et al. Management of the dry ejaculate: A systematic review of aspermia and retrograde ejaculation. Fertility and Sterility. 2015;104:107.
  3. WebMD. https://www.webmd.com/men/what-is-retrograde-ejaculation. Diakses pada 23 Januari 2022.

Kembali GAGAH dalam 3 hari!

Temukan Solusi untuk Impotensi dan masalah kejantanan lainnya dengan Konsultasi GRATIS hanya di Klinik Lelaki.

Leave a Comment