Mengenal Ejakulasi Dini dan Penyebabnya

Selain impotensi atau disfungsi ereksi (dikenal juga dengan istilah lemah syahwat), ejakulasi dini adalah momok menakutkan bagi sebagian besar pria. Ejakulasi dini merupakan kondisi umum, diperkirakan 1 dari 3 pria pernah mengalami ejakulasi dini. Ada yang hanya terjadi sesekali, ada pula yang sering bahkan terus-menerus mengalaminya.


Apa Itu Ejakulasi Dini?

Ejakulasi adalah proses pengeluaran air mani setelah mendapatkan rangsangan atau melakukan aktivitas seksual. Pada kondisi normal, pria mengalami ejakulasi setelah 2-5 menit melakukan aktivitas seksual (beberapa sumber mengatakan 2-7 menit). Tetapi tidak begitu jika pria mengalami ejakulasi dini.

Ejakulasi dini merupakan kondisi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat, biasanya di bawah 1 menit. Dalam beberapa kasus, ejakulasi bahkan terjadi sebelum penetrasi sama sekali. Hal ini terjadi baik ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan maupun ketika melakukan masturbasi.


Gejala Ejakulasi Dini

Gejala ejakulasi dini secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Tidak mampu menunda/mengontrol ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi atau ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.
  2. Tidak mampu menunda/mengontrol ejakulasi selama lebih dari satu menit ketika bermasturbasi.
  3. Mengalami penurunan gairah seksual akibat tidak adanya kontrol terhadap fungsi seksual tubuhnya sendiri.
  4. Merasa tertekan atau frustrasi dan cenderung menghindari aktivitas seksual.

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebabnya masih belum dipastikan. Namun terdapat beberapa faktor psikologis dan biologis yang dianggap sebagai penyebab ejakulasi dini:

a. Faktor Psikologis

  1. Pengalaman buruk seksual di masa lalu, misalnya pelecehan seksual.
  2. Kurang percaya diri, dikarenakan oleh merasa memiliki bentuk tubuh yang kurang menarik, tidak percaya diri dengan ukuran penis.
  3. Gangguan psikologis seperti depresi dan stres.
  4. Gangguan kecemasan, terutama cemas ketika akan melakukan hubungan seksual.
  5. Memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan.

Baca juga: Khawatir dan Cemas Sebelum Berhubungan Seksual

b. Faktor Biologis

  1. Kadar zat kimia otak (neurotransmitter) dan kadar hormon yang tidak normal.
  2. Peradangan dan infeksi pada prostat atau uretra.
  3. Impotensi. Pria dengan kondisi impotensi atau disfungsi ereksi memiliki risiko lebih besar mengalami ejakulasi dini juga.

Baca juga: Manfaat Yoga untuk Mencegah Impotensi


Cara Mengobati Ejakulasi Dini

Apakah ejakulasi dini bisa diobati? Pertanyaan ini kerap diajukan. Jawabannya adalah ya. Apakah ejakulasi dini bisa disembuhkan? Jawabannya sama: ya. Banyak pilihan metode yang bisa dilakukan, salah satunya dengan pengobatan.

Nah, bila Anda mengalami ejakulasi dini, segera konsultasikan secara GRATIS dengan dokter ahli kami agar mendapatkan penanganan segera. Dengan penanganan yang tepat, Anda akan kembali gagah dalam waktu 3 hari. (eL/Foto: Freepik)

Referensi:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354900. Diakses pada 25 Januari 2021.
  2. Crowdis M, Nazir S. Premature Ejaculation. 2021 Jul 1. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan–. PMID: 31536307.

Kembali GAGAH dalam 3 hari!

Temukan Solusi untuk Impotensi dan masalah kejantanan lainnya dengan Konsultasi GRATIS hanya di Klinik Lelaki.

Leave a Comment